<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>¨˜°ºð[ MESIN UDAYANA ]ðº°˜¨</title>
		<link>http://mesin-udayana.at.ua/</link>
		<description></description>
		<lastBuildDate>Mon, 23 Mar 2009 01:37:42 GMT</lastBuildDate>
		<generator>uCoz Web-Service</generator>
		<atom:link href="https://mesin-udayana.at.ua/news/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
		
		<item>
			<title>Michelin Kembangkan Teknologi Active Wheel</title>
			<description>&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://i433.photobucket.com/albums/qq54/NEXTER156/mesin%20unud/activewheel.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;h4&gt;&lt;p&gt;BEIJING - Perodusen ban, Michelin, menjalin kerjasama dengan
China CITIC Guon Mengguli Corporation (MGL) untuk memproduksi teknologi
terbaru pada ban, yang diberi nama Active Wheel Technology.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Teknologi
ini sebenarnya berupa ban konvensional, namun sudah dilengkapi sepasang
motor penggerak. Satu motor berfungsi memutarkan ban dan menyalurkan
tenaga ke permukaan jalan, dan satu motor lagi bekerja untuk
mengaktifkan sistem suspensi sehingga didapat kenyamanan berkendara.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sistem
yang dikembangkan dua perusahaan berbeda negara ini rencananya akan
diterapkan pada kendaraan-kendaraan berbahan bakar listrik. Sehingga
kendaraan tersebut tidak memerlukan lagi &lt;em&gt;gearbox&lt;/em&gt;, tuas transmisi, &lt;em&gt;universal joint&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;anti-roll bar&lt;/em&gt;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebagai
tahap percobaan, ban &quot;pintar&quot; ini akan digunakan pada mobil keluaran
China, Lifan 520. Setela...</description>
			<content:encoded>&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://i433.photobucket.com/albums/qq54/NEXTER156/mesin%20unud/activewheel.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;h4&gt;&lt;p&gt;BEIJING - Perodusen ban, Michelin, menjalin kerjasama dengan
China CITIC Guon Mengguli Corporation (MGL) untuk memproduksi teknologi
terbaru pada ban, yang diberi nama Active Wheel Technology.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Teknologi
ini sebenarnya berupa ban konvensional, namun sudah dilengkapi sepasang
motor penggerak. Satu motor berfungsi memutarkan ban dan menyalurkan
tenaga ke permukaan jalan, dan satu motor lagi bekerja untuk
mengaktifkan sistem suspensi sehingga didapat kenyamanan berkendara.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sistem
yang dikembangkan dua perusahaan berbeda negara ini rencananya akan
diterapkan pada kendaraan-kendaraan berbahan bakar listrik. Sehingga
kendaraan tersebut tidak memerlukan lagi &lt;em&gt;gearbox&lt;/em&gt;, tuas transmisi, &lt;em&gt;universal joint&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;anti-roll bar&lt;/em&gt;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebagai
tahap percobaan, ban &quot;pintar&quot; ini akan digunakan pada mobil keluaran
China, Lifan 520. Setelah menjalani uji coba, ban mampu bekerja sejauh
62-81 ribu mil sebelum baterainya harus di &lt;em&gt;charge&lt;/em&gt; lagi. sedangkan mobil tersebut sendiri mampu berjalan sejauh 70 mil dengan kecepatan maksimum 90 mph.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Michelin
rencananya akan mulai memproduksi ban tersebut secara massal awal tahun
depan di China. Sedangkan untuk pasar barat, baru akan diproduksi pada
2010. Dan pada acara Paris Motor Show Oktober 2009 mendatang, Michelin
akan menerapkan teknologi ini pada roadster listrik konsep dari
Venturi, Volage.&lt;/p&gt;&lt;/h4&gt;
 (ton) 
 &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://autos.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/12/02/52/169841/52/michelin-kembangkan-teknologi-active-wheel&lt;br&gt;</content:encoded>
			<link>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-23-33</link>
			<category>OTOMOTIF</category>
			<dc:creator>nexter156</dc:creator>
			<guid>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-23-33</guid>
			<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 01:37:42 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Bahaya, Kanvas Rem dari Asbes</title>
			<description>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://i433.photobucket.com/albums/qq54/NEXTER156/mesin%20unud/kampasrem.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;h4&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; - Ternyata, antara
makanan dengan kanvas rem kendaraan memiliki persamaan. Keduanya bisa
membunuh manusia! Ya, makanan yang tidak layak bisa menyebabkan
seseorang keracunan yang akhirnya meninggal dunia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Begitu pula
dengan rem kendaraan. Jika kondisinya tidak layak, rem tidak berfungsi
dengan baik, maka pengemudi berisiko tinggi mengalami kecelakaan lalu
lintas. Dan tak jarang berujung pada kematian.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selama ini,
kanvas rem pada kendaraan sehari-hari menggunakan bahan asbes. Padahal,
material jenis seperti ini daya kerjanya akan menurun saat temperatur
tinggi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Banyak sekali kasus kanvas rem yang terbuat dari asbes,
ketika temperatur naik, kinerjanya malah drop,&quot; ujar Arif Tri Waskito,
dari PT Inti Bagas Perkasa, ketika ditemui okezone dalam pameran
Indonesia...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://i433.photobucket.com/albums/qq54/NEXTER156/mesin%20unud/kampasrem.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;h4&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; - Ternyata, antara
makanan dengan kanvas rem kendaraan memiliki persamaan. Keduanya bisa
membunuh manusia! Ya, makanan yang tidak layak bisa menyebabkan
seseorang keracunan yang akhirnya meninggal dunia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Begitu pula
dengan rem kendaraan. Jika kondisinya tidak layak, rem tidak berfungsi
dengan baik, maka pengemudi berisiko tinggi mengalami kecelakaan lalu
lintas. Dan tak jarang berujung pada kematian.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selama ini,
kanvas rem pada kendaraan sehari-hari menggunakan bahan asbes. Padahal,
material jenis seperti ini daya kerjanya akan menurun saat temperatur
tinggi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Banyak sekali kasus kanvas rem yang terbuat dari asbes,
ketika temperatur naik, kinerjanya malah drop,&quot; ujar Arif Tri Waskito,
dari PT Inti Bagas Perkasa, ketika ditemui okezone dalam pameran
Indonesia International Auto Parts, Accessories, and Equip Exhibition
2009 di Jakarta, Jumat (20/3/2009).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Karena itulah menurut Arif, perusahaannya memproduksi suatu campuran khusus non asbestos untuk kanvas rem.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Kenapa kita buat formula khusus, karena konsumen Indonesia selalu ingin produk yang original tapi muran,&quot; tambahnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dia juga berpesan, sebaiknya pemilik kendaraan khususnya roda empat, agar memperhatikan kondisi rem roda depan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Rem depan harus lebih bagus, karena ketika terjadi pengereman mendadak, semua beban pindah ke depan,&quot; pesan dia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Arif
juga menekankan, produsen kanvas rem lainnya agar selalu memperhatikan
kualitas. &quot;Kalau makanan masyarakat punya YLKI, kalau rem? Produsen lah
yang dituju ketika ada suatu kesalahan,&quot; papar pria yang berkantor di
Majalengka itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jadi, ayo, mulai sekarang perhatikan kondisi rem kendaraan Anda. &lt;/div&gt;&lt;/h4&gt;
 (ton)&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://autos.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/03/21/52/203515/52/bahaya-kanvas-rem-dari-asbes&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-23-32</link>
			<category>OTOMOTIF</category>
			<dc:creator>nexter156</dc:creator>
			<guid>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-23-32</guid>
			<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 01:30:45 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Bahaya, Kanvas Rem dari Asbes</title>
			<description>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://i433.photobucket.com/albums/qq54/NEXTER156/mesin%20unud/kampasrem.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;h4&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; - Ternyata, antara
makanan dengan kanvas rem kendaraan memiliki persamaan. Keduanya bisa
membunuh manusia! Ya, makanan yang tidak layak bisa menyebabkan
seseorang keracunan yang akhirnya meninggal dunia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Begitu pula
dengan rem kendaraan. Jika kondisinya tidak layak, rem tidak berfungsi
dengan baik, maka pengemudi berisiko tinggi mengalami kecelakaan lalu
lintas. Dan tak jarang berujung pada kematian.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selama ini,
kanvas rem pada kendaraan sehari-hari menggunakan bahan asbes. Padahal,
material jenis seperti ini daya kerjanya akan menurun saat temperatur
tinggi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Banyak sekali kasus kanvas rem yang terbuat dari asbes,
ketika temperatur naik, kinerjanya malah drop,&quot; ujar Arif Tri Waskito,
dari PT Inti Bagas Perkasa, ketika ditemui okezone dalam pameran
Indonesia...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://i433.photobucket.com/albums/qq54/NEXTER156/mesin%20unud/kampasrem.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;h4&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; - Ternyata, antara
makanan dengan kanvas rem kendaraan memiliki persamaan. Keduanya bisa
membunuh manusia! Ya, makanan yang tidak layak bisa menyebabkan
seseorang keracunan yang akhirnya meninggal dunia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Begitu pula
dengan rem kendaraan. Jika kondisinya tidak layak, rem tidak berfungsi
dengan baik, maka pengemudi berisiko tinggi mengalami kecelakaan lalu
lintas. Dan tak jarang berujung pada kematian.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selama ini,
kanvas rem pada kendaraan sehari-hari menggunakan bahan asbes. Padahal,
material jenis seperti ini daya kerjanya akan menurun saat temperatur
tinggi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Banyak sekali kasus kanvas rem yang terbuat dari asbes,
ketika temperatur naik, kinerjanya malah drop,&quot; ujar Arif Tri Waskito,
dari PT Inti Bagas Perkasa, ketika ditemui okezone dalam pameran
Indonesia International Auto Parts, Accessories, and Equip Exhibition
2009 di Jakarta, Jumat (20/3/2009).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Karena itulah menurut Arif, perusahaannya memproduksi suatu campuran khusus non asbestos untuk kanvas rem.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Kenapa kita buat formula khusus, karena konsumen Indonesia selalu ingin produk yang original tapi muran,&quot; tambahnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dia juga berpesan, sebaiknya pemilik kendaraan khususnya roda empat, agar memperhatikan kondisi rem roda depan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Rem depan harus lebih bagus, karena ketika terjadi pengereman mendadak, semua beban pindah ke depan,&quot; pesan dia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Arif
juga menekankan, produsen kanvas rem lainnya agar selalu memperhatikan
kualitas. &quot;Kalau makanan masyarakat punya YLKI, kalau rem? Produsen lah
yang dituju ketika ada suatu kesalahan,&quot; papar pria yang berkantor di
Majalengka itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jadi, ayo, mulai sekarang perhatikan kondisi rem kendaraan Anda. &lt;/div&gt;&lt;/h4&gt;
 (ton)&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;http://autos.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/03/21/52/203515/52/bahaya-kanvas-rem-dari-asbes&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-23-31</link>
			<category>OTOMOTIF</category>
			<dc:creator>nexter156</dc:creator>
			<guid>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-23-31</guid>
			<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 01:25:44 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Sabut Kelapa Bahan Interior Mobil</title>
			<description>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://i433.photobucket.com/albums/qq54/NEXTER156/mesin%20unud/dalemanmobil.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;h4&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;TEXAS&lt;/strong&gt; - Tim peneliti dari Baylor University
berhasil mengembangkan sabut kelapa sebagai bahan yang dapat
menggantikan serat polyester sebagai pelapis interior dinding dan
lantai mobil.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seperti dilansir &lt;em&gt;sciencedaily&lt;/em&gt;, Kamis
(8/1/2008) penggunaan bahan serat sabut kelapa kelapa sebagai bahan
interior kendaraan roda empat diklaim sebagai aplikasi pertama
penggunaan kelapa pada mobil.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Diharapkan pengembangan tersebut
dapat membantu industri otomotif dalam menekan biaya produksi sekaligus
membantu meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Kami
berharap pengembangan aplikasi ini dapat membantu para petani kelapa
miskin keluar dari himpitan ekonomi,&quot; kata seorang peneliti, Dr. Walter
Bradley.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Penggunaan sabut kelapa juga dinilai lebih ramah
lingkungan dan berb...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://i433.photobucket.com/albums/qq54/NEXTER156/mesin%20unud/dalemanmobil.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;h4&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;TEXAS&lt;/strong&gt; - Tim peneliti dari Baylor University
berhasil mengembangkan sabut kelapa sebagai bahan yang dapat
menggantikan serat polyester sebagai pelapis interior dinding dan
lantai mobil.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seperti dilansir &lt;em&gt;sciencedaily&lt;/em&gt;, Kamis
(8/1/2008) penggunaan bahan serat sabut kelapa kelapa sebagai bahan
interior kendaraan roda empat diklaim sebagai aplikasi pertama
penggunaan kelapa pada mobil.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Diharapkan pengembangan tersebut
dapat membantu industri otomotif dalam menekan biaya produksi sekaligus
membantu meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Kami
berharap pengembangan aplikasi ini dapat membantu para petani kelapa
miskin keluar dari himpitan ekonomi,&quot; kata seorang peneliti, Dr. Walter
Bradley.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Penggunaan sabut kelapa juga dinilai lebih ramah
lingkungan dan berbiaya produksi rendah untuk menjadi bahan interior
mobil. Saat ini, para penelti sedang mengajukan inovasi tersebut untuk
mendapatkan sertifikat spesifikasi keamanan.&lt;/p&gt;&lt;/h4&gt;
 (ton) 
 &lt;br&gt;&lt;br&gt;sumber : &lt;a href=&quot;http://autos.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/01/08/52/180635/52/sabut-kelapa-bahan-interior-mobil&quot;&gt;http://autos.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/01/08/52/180635/52/sabut-kelapa-bahan-interior-mobil&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-23-30</link>
			<category>OTOMOTIF</category>
			<dc:creator>nexter156</dc:creator>
			<guid>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-23-30</guid>
			<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 00:59:12 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Alat Penghemat BBM Makin Marak</title>
			<description>&lt;h4&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://i433.photobucket.com/albums/qq54/NEXTER156/mesin%20unud/B1A5weJlpk.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4&gt;&lt;br&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA -&lt;/strong&gt; Masalah konsumsi BBM dan perawatan mesin
ternyata semakin marak akhir-akhir ini. Kini, tak jarang bermunculan
alat yang diklaim bisa memelihara kondisi mesin lebih lama, juga
sekaligus menghemat BBM. Satu diantaranya Maz Additive. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Maz
Additive merupakan sattu larutan pencapur bahan bakar yang diklaim
mampu menghemat konsumsi bahan bakar kendaraan, menurunkan kadar emisi
gas buang, mempercepat pembakaran, meningkatkan tenaga mesin, serta
memebersihkan lapisan kerak karbon pada ruang mesin.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &quot;Maz
menggunakan bahan nitroparaffin yang bisa meningkatkan tenaga mesin,
sekaligus guja memelihatra mesin dan mengurangi emisi gas buang
sekaligus menghemat bahan bakar,&quot; ujar Tri Yuswidjajanto Zaenuri,
Technical Advisory Maz Energy, dalam peluncuran Maz 100 di...</description>
			<content:encoded>&lt;h4&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://i433.photobucket.com/albums/qq54/NEXTER156/mesin%20unud/B1A5weJlpk.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4&gt;&lt;br&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA -&lt;/strong&gt; Masalah konsumsi BBM dan perawatan mesin
ternyata semakin marak akhir-akhir ini. Kini, tak jarang bermunculan
alat yang diklaim bisa memelihara kondisi mesin lebih lama, juga
sekaligus menghemat BBM. Satu diantaranya Maz Additive. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Maz
Additive merupakan sattu larutan pencapur bahan bakar yang diklaim
mampu menghemat konsumsi bahan bakar kendaraan, menurunkan kadar emisi
gas buang, mempercepat pembakaran, meningkatkan tenaga mesin, serta
memebersihkan lapisan kerak karbon pada ruang mesin.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &quot;Maz
menggunakan bahan nitroparaffin yang bisa meningkatkan tenaga mesin,
sekaligus guja memelihatra mesin dan mengurangi emisi gas buang
sekaligus menghemat bahan bakar,&quot; ujar Tri Yuswidjajanto Zaenuri,
Technical Advisory Maz Energy, dalam peluncuran Maz 100 di pameran
pameran Indonesia International Auto Parts, Accessories and Equip
Exhibition 2009, di Jakarta.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Maz 100 menurutnya digunakan
khusus untuk mesin bensin dan solar. Produk ini, tambah dia, telah
mengalami sejumlah uji coba di berbagai negara selama 100 jam atau
sekira 10.000 km.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &quot;Setelah diuji, hasilnya tarikan mesin jadi
lebih enteng, kerak pada mesin hilang, dan bahan bakar juga lebih
hemat,&quot; tegas dia.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Namun Tri menambahkan, tingkat keiritan
mobil ketika menggunakan produk yang untuk kemasan 15 cc seharga
Rp15.000 ini berbeda-beda. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Tingkat keiritan berbeda-beda,
mulai dari cara mengemudi, umur mesin, dan kualitas bahan bakar. Makin
tua umur mesin dan makin buruk kualitas bahan bakar yang digunakan
mobil Anda, makin terasa penghematan konsumsi BBMnya setelah pakai
produk ini,&quot; tambah Tri.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Hal ini menurut dia, karena mesin seperti dibilas dengan detergen sehingga kerak-kerak hilang dan memperlancar &lt;br&gt; &lt;br&gt; aliran bahan bakar. &quot;Kalau di mesin mobil atau motor baru kan masih bersih, jadi penghematannya tidak begitu terasa,&quot; kata dia.&lt;br&gt; &lt;br&gt;
Dari hasil yang dilakukan di Indonesia menggunakan mobil Toyota Kijang
Bensin tahun 2000an, setelah menggunakan Maz100 didapat data, tenaga
meningkat sekira 7 persen, torsi naik 14 persen, dan BBM lebih hemat 17
persen. &lt;/h4&gt;&lt;br&gt;sumber :&lt;a href=&quot;http://autos.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/03/20/52/203426/alat-penghemat-bbm-makin-marak&quot;&gt;http://autos.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/03/20/52/203426/alat-penghemat-bbm-makin-marak&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;</content:encoded>
			<link>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-23-29</link>
			<category>OTOMOTIF</category>
			<dc:creator>nexter156</dc:creator>
			<guid>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-23-29</guid>
			<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 00:47:45 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>MOBIL TERBANG</title>
			<description>&lt;img src=&quot;file:///C:/DOCUME%7E1/MERTAK%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-4.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://mesin-udayana.at.ua/mobil_terbang.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;br&gt;Massachusetts&lt;/strong&gt; -
Sebetulnya, inilah solusi untuk mengatasi kemacetan di kota-kota besar,
seperti Jakarta atau Surabaya. Sebuah perusahaan teknologi di Woburn,
Massachusetts, Amerika Serikat, tahun ini bakal memproduksi mobil
terbang secara massal. Mobil terbang itu dinamai Transition.
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di Amerika, barang seharga Rp 1,7
miliar itu sudah ludes dipesan meski produknya belum jadi. Harga itu
tentu saja tak terlalu mahal buat segelintir orang kaya di Indonesia,
mengingat banyaknya mobil mewah berseliweran di Jakarta. Transition
sanggup membawa dua orang. Kecepatannya sekitar 185 km per jam saat di
udara, seperti dilansir oleh situs resmi Transition di terrafugia.com&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk tinggal landas, Transition
membutuhkan jarak ancang-ancang sekitar 520 meter, tetapi hany...</description>
			<content:encoded>&lt;img src=&quot;file:///C:/DOCUME%7E1/MERTAK%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-4.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://mesin-udayana.at.ua/mobil_terbang.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;br&gt;Massachusetts&lt;/strong&gt; -
Sebetulnya, inilah solusi untuk mengatasi kemacetan di kota-kota besar,
seperti Jakarta atau Surabaya. Sebuah perusahaan teknologi di Woburn,
Massachusetts, Amerika Serikat, tahun ini bakal memproduksi mobil
terbang secara massal. Mobil terbang itu dinamai Transition.
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di Amerika, barang seharga Rp 1,7
miliar itu sudah ludes dipesan meski produknya belum jadi. Harga itu
tentu saja tak terlalu mahal buat segelintir orang kaya di Indonesia,
mengingat banyaknya mobil mewah berseliweran di Jakarta. Transition
sanggup membawa dua orang. Kecepatannya sekitar 185 km per jam saat di
udara, seperti dilansir oleh situs resmi Transition di terrafugia.com&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk tinggal landas, Transition
membutuhkan jarak ancang-ancang sekitar 520 meter, tetapi hanya perlu
beberapa ratus meter untuk mendarat. Perubahan dari mode darat ke mode
terbang pun bisa dilakukan cukup dengan menekan satu tombol di kabin.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Baling-baling yang digunakan saat mode
terbang akan tersimpan dan terkunci aman ketika sedang menggunakan mode
darat. Untuk menyimpannya, tidak butuh ruang sebesar hanggar.
Transition dapat disimpan di garasi rumah karena sayapnya dapat dilipat.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan dimensi tinggi 2,1 meter, lebar
2 meter, dan panjang 5,7 meter setelah dilipat, Transition jadi lebih
kecil dibandingkan SUV ukuran besar, seperti Cadillac Escalade atau
Lincoln Navigator. Namun, tidak sembarang orang bisa memesan kendaraan
ini. Syaratnya, harus punya lisensi pilot. Lihat mobilnya di situs &lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/user/TerrafugiaInc&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Youtube&lt;/a&gt;. Mau test drive?. (Henz) &lt;img src=&quot;file:///C:/Documents%20and%20Settings/merta%20kusuma/Desktop/mobil_terbang.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;file:///C:/Documents%20and%20Settings/merta%20kusuma/Desktop/mobil_terbang.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-16-28</link>
			<category>OTOMOTIF</category>
			<dc:creator>nexter156</dc:creator>
			<guid>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-16-28</guid>
			<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 07:20:08 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Menteri Kesehatan Siti Fadilah, Menguak Konspirasi Bikin Senjata Biologi dari Flu Burung</title>
			<description>Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari (59) bikin gerah World Health Organization (WHO) dan Pemerintah Amerika Serikat (AS).
&lt;br&gt;Fadilah berhasil menguak konspirasi AS dan badan kesehatan dunia
itu dalam mengembangkan senjata biologi dari virus flu burung, Avian
influenza (H5N1). &lt;br&gt;Setelah virus itu menyebar dan menghantui dunia,
perusahaan-perusahaan dari negara maju memproduksi vaksin lalu dijual
ke pasaran dengan harga mahal di negara berkembang, termasuk Indonesia.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Fadilah menuangkannya dalam bukunya berjudul &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;Selain
dalam edisi Bahasa Indonesia, Siti juga meluncurkan buku yang sama
dalam versi Bahasa Inggris dengan judul It&apos;s Time for the World to
Change.
&lt;br&gt;Konspirasi tersebut, kata Fadilah, dilakuakn negara adikuasa
dengan cara mencari kesempatan dalam kesempitan pada penyebaran virus
flu burung. &lt;br&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&quot;Saya mengira mereka mencari keun...</description>
			<content:encoded>Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari (59) bikin gerah World Health Organization (WHO) dan Pemerintah Amerika Serikat (AS).
&lt;br&gt;Fadilah berhasil menguak konspirasi AS dan badan kesehatan dunia
itu dalam mengembangkan senjata biologi dari virus flu burung, Avian
influenza (H5N1). &lt;br&gt;Setelah virus itu menyebar dan menghantui dunia,
perusahaan-perusahaan dari negara maju memproduksi vaksin lalu dijual
ke pasaran dengan harga mahal di negara berkembang, termasuk Indonesia.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Fadilah menuangkannya dalam bukunya berjudul &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;Selain
dalam edisi Bahasa Indonesia, Siti juga meluncurkan buku yang sama
dalam versi Bahasa Inggris dengan judul It&apos;s Time for the World to
Change.
&lt;br&gt;Konspirasi tersebut, kata Fadilah, dilakuakn negara adikuasa
dengan cara mencari kesempatan dalam kesempitan pada penyebaran virus
flu burung. &lt;br&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&quot;Saya mengira mereka mencari keuntungan dari penyebaran flu
burung dengan menjual vaksin ke negara kita,&quot; ujar Fadilah kepada
Persda Network di Jakarta, Kamis (21/2)&lt;/span&gt;. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Situs berita Australia, The Age, mengutip buku Fadilah dengan
mengatakan, Pemerintah AS dan WHO berkonpirasi mengembangkan senjata
biologi dari penyebaran virus avian H5N1 atau flu burung dengan
memproduksi senjata biologi.
Karena itu pula, bukunya dalam versi bahasa Inggris menuai protes dari petinggi WHO.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Kegerahan itu saya tidak tanggapi. Kalau mereka gerah, monggo
mawon. Betul apa nggak, mari kita buktikan. Kita bukan saja dibikin
gerah, tetapi juga kelaparan dan kemiskinan. Negara-negara maju menidas
kita, lewat WTO, lewat Freeport, dan lain-lain. Coba kalau tidak ada
kita sudah kaya,&quot; ujarnya.
&lt;br&gt;Fadilah mengatakan, edisi perdana bukunya dicetak masing-masing
1.000 eksemplar untuk cetakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Total sebanyak 2.000 buku.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Saat ini banyak yang meminta jadi dalam waktu dekat saya akan
mencetak cetakan kedua dalam jumlah besar. Kalau cetakan pertama
dicetak penerbitan kecil, tapi untuk rencana ini, saya sedang mencari
bicarakan dengan penerbitan besar,&quot; katanya.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Selain mencetak ulang bukunya, perempuan kelahiran Solo, 6 November 1950, mengatakan telah menyiapkan buku jilid kedua.
&lt;br&gt;&quot;Saya sedang menulis jilid kedua. Di dalam buku itu akan saya
beberkan semua bagaimana pengalaman saya. Bagaimana saya mengirimkan 58
virus, tetapi saya dikirimkan virus yang sudah berubah dalam bentuk
kelontongan. Virus yang saya kirimkan dari Indonesia diubah-ubah
Pemerintahan George Bush,&quot; ujar menteri kesehatan pertama Indonesia
dari kalangan perempuan ini.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Siti enggan berkomentar tentang permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang memintanya menarik buku dari peredaran. 
&lt;br&gt;&quot;Bukunya sudah habis. Yang versi bahasa Indonesia, sebagian,
sekitar 500 buku saya bagi-bagikan gratis, sebagian lagi dijual ditoko
buku. Yang bahasa Inggris dijual,&quot; katanya sembari mengatakan, tidak
mungkin lagi menarik buku dari peredaran. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Pemerintah AS dikabarkan menjanjikan imbalan peralatan militer
berupa senjata berat atau tank jika Pemerintah RI bersedia menarik buku
setebal 182 halaman itu.
Mengubah Kebijakan&amp;nbsp;
Apapun komentar pemerintah AS dan WHO, Fadilah sudah membikin sejarah dunia.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Gara-gara protesnya terhadap perlakuan diskriminatif soal flu
burung, AS dan WHO sampai-sampai mengubah kebijakan fundamentalnya yang
sudah dipakai selama 50 tahun.&amp;nbsp;
Perlawanan Fadilah dimulai sejak korban tewas flu burung mulai terjadi di Indonesia&lt;div style=&quot;padding: 10px; float: right;&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = iwp_google_ad_client;
google_alternate_ad_url = &quot;&quot;;
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
google_ad_format = &quot;300x250_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel = iwp_google_ad_channel;
google_color_border = &quot;FFFFFF&quot;;
google_color_bg = &quot;FFFFFF&quot;;
google_color_link = &quot;0000FF&quot;;
google_color_text = &quot;000000&quot;;
google_color_url = &quot;008000&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;script&gt;window.google_render_ad();&lt;/script&gt;&lt;ins style=&quot;border: medium none ; margin: 0pt; padding: 0pt; display: inline-table; height: 250px; position: relative; visibility: visible; width: 300px;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://mesin-udayana.at.ua/images.jpg&quot; width=&quot;231&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;281&quot;&gt;&lt;ins style=&quot;border: medium none ; margin: 0pt; padding: 0pt; display: block; height: 250px; position: relative; visibility: visible; width: 300px;&quot;&gt;&lt;iframe allowtransparency=&quot;true&quot; hspace=&quot;0&quot; id=&quot;google_ads_frame2&quot; marginheight=&quot;0&quot; marginwidth=&quot;0&quot; name=&quot;google_ads_frame&quot; src=&quot;http://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?client=ca-pub-5318638948240463&amp;amp;dt=1237242821325&amp;amp;lmt=1237242800&amp;amp;prev_fmts=200x200_as&amp;amp;format=300x250_as&amp;amp;output=html&amp;amp;correlator=1237242821257&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.semuabisnis.com%2Farticles%2F102946%2F1%2FMenteri-Kesehatan-Siti-Fadilah-Menguak-Konspirasi-Bikin-Senjata-Biologi-dari-Flu-Burung%2FPage1.html&amp;amp;color_bg=FFFFFF&amp;amp;color_text=000000&amp;amp;color_link=0000FF&amp;amp;color_url=008000&amp;amp;color_border=FFFFFF&amp;amp;ad_type=text_image&amp;amp;ref=http%3A%2F%2Fwww.google.co.id%2Fsearch%3Fhl%3Did%26q%3Dmenteri%2Bkesehatan%2Bsiti%26btnG%3DTelusuri%2Bdengan%2BGoogle%26meta%3D%26aq%3D0%26oq%3Dmenteri%2Bkeseha&amp;amp;frm=0&amp;amp;ga_vid=456417160.1237242821&amp;amp;ga_sid=1237242821&amp;amp;ga_hid=1685963965&amp;amp;flash=10.0.12&amp;amp;u_h=800&amp;amp;u_w=1280&amp;amp;u_ah=736&amp;amp;u_aw=1280&amp;amp;u_cd=32&amp;amp;u_tz=-480&amp;amp;u_his=1&amp;amp;u_nplug=18&amp;amp;u_nmime=74&amp;amp;dtd=3&amp;amp;w=300&amp;amp;h=250&amp;amp;xpc=mzsJD9EI9T&amp;amp;p=http%3A//www.semuabisnis.com&quot; style=&quot;left: 0pt; position: absolute; top: 0pt;&quot; vspace=&quot;0&quot; scrolling=&quot;no&quot; width=&quot;300&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;250&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;/div&gt; pada 2005.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Majalah The Economist London menempatkan Fadilah sebagai tokoh
pendobrak yang memulai revolusi dalam menyelamatkan dunia dari dampak
flu burung.
&lt;br&gt;&quot;Menteri Kesehatan Indonesia itu telah memilih senjata yang
terbukti lebih berguna daripada vaksin terbaik dunia saat ini dalam
menanggulangi ancaman virus flu burung, yaitu transparansi,&quot; tulis The
Economist.&amp;nbsp;
The Economist, seperti ditulis Asro Kamal Rokan di Republika,
edisi pekan lalu, mengurai, Fadilah mulai curiga saat Indonesia juga
terkena endemik flu burung 2005 silam.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia kelabakan. Obat tamiflu harus ada. Namun aneh, obat tersebut
justru diborong negara-negara kaya yang tak terkena kasus flu burung. &lt;br&gt;Di tengah upayanya mencari obat flu burung, dengan alasan penentuan&amp;nbsp;
diagnosis, WHO melalui WHO Collaborating Center (WHO CC) di Hongkong memerintahkannya untuk menyerahkan sampel spesimen.&amp;nbsp;
Mulanya, perintah itu diikuti Fadilah. Namun, ia juga meminta laboratorium
&lt;br&gt;litbangkes melakukan penelitian. Hasilnya ternyata sama. Tapi, mengapa WHO&amp;nbsp;
CC meminta sampel dikirim ke Hongkong?
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Fadilah merasa ada suatu yang aneh. Ia terbayang korban flu burung
di Vietnam. Sampel virus orang Vietnam yang telah meninggal itu diambil
dan dikirim ke WHO CC untuk dilakukan risk assessment, diagnosis, dan
kemudian dibuat bibit virus. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari bibit virus inilah dibuat vaksin. Dari sinilah, ia menemukan
fakta, pembuat vaksin itu adalah perusahaan-perusahaan besar dari
negara maju, negara kaya, yang tak terkena flu burung. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Mereka mengambilnya dari Vietnam, negara korban, kemudian menjualnya ke seluruh dunia tanpa izin. Tanpa kompensasi.&amp;nbsp;
Fadilah marah. Ia merasa kedaulatan, harga diri, hak, dan martabat
negara-negara tak mampu telah dipermainkan atas dalih Global Influenza
Surveilance Network (GISN) WHO. Badan ini sangat berkuasa dan telah
menjalani praktik selama 50 tahun. Mereka telah memerintahkan lebih
dari 110 negara untuk mengirim spesimen virus flu ke GISN tanpa bisa
menolak. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Virus itu menjadi milik mereka, dan mereka berhak memprosesnya menjadi vaksin.&amp;nbsp;
Di saat keraguan atas WHO, Fadilah kembali menemukan fakta bahwa
para ilmuwan tidak dapat mengakses data sequencing DNA H5N1 yang
disimpan WHO CC.&amp;nbsp; Data itu, uniknya, disimpan di Los Alamos National Laboratoty di New Mexico, AS. 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di sini, dari 15 grup peneliti hanya ada empat orang dari WHO, selebihnya tak diketahui.&amp;nbsp; 
Los Alamos ternyata berada di bawah Kementerian Energi AS. 
&lt;br&gt;Di lab inilah duhulu dirancang bom atom Hiroshima. Lalu untuk apa data itu, untuk vaksin atau senjata kimia?
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Fadilah tak membiarkan situasi ini. Ia minta WHO membuka data itu.
Data DNA virus H5N1 harus dibuka, tidak boleh hanya dikuasai kelompok
tertentu. &lt;br&gt;Ia berusaha keras. Dan, berhasil. Pada 8 Agustus 2006, WHO
mengirim data itu. Ilmuwan dunia yang selama ini gagal mendobrak
ketertutupan Los Alamos, memujinya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Majalah The Economist menyebut peristiwa ini sebagai revolusi
bagi transparansi. Tidak berhenti di situ. Siti Fadilah terus mengejar
WHO CC agar mengembalikan 58 virus asal Indonesia, yang konon telah
ditempatkan di Bio Health Security, lembaga penelitian senjata biologi
Pentagon. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ini jelas tak mudah. Tapi, ia terus berjuang hingga tercipta pertukaran virus yang adil,
&lt;br&gt;transparan, dan setara.&amp;nbsp; 
Ia juga terus melawan dengan cara tidak lagi mau mengirim spesimen
virus yang diminta WHO, selama mekanisme itu mengikuti GISN, yang
imperialistik dan membahayakan dunia.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dan, perlawanan itu tidak sia-sia. Meski Fadilah dikecam WHO dan
dianggap menghambat penelitian, namun pada akhirnya dalam sidang
Pertemuan Kesehatan Sedunia di Jenewa Mei 2007, International
Government Meeting (IGM) WHO di akhirnya menyetujui segala tuntutan
Fadilah, yaitu sharing virus disetujui dan GISN dihapuskan.</content:encoded>
			<link>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-16-27</link>
			<category>BERITA UMUM</category>
			<dc:creator>nexter156</dc:creator>
			<guid>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-16-27</guid>
			<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 06:29:45 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>BUMI...? SEBERAPA BESARKAH??</title>
			<description>&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;ygrp-text&quot;&gt;
&lt;div&gt;
&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;font size=&quot;6&quot; color=&quot;red&quot; face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 24pt; color: red;&quot;&gt;Luar biasa!!!&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;4&quot; color=&quot;navy&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: navy; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br&gt;Pernahkan 
teman2 membayangkannya?&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://mesin-udayana.at.ua/image0011.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;4&quot; color=&quot;navy&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: navy; font-family: Arial;&quot;&gt;Pada 
waktu benda-benda angkasa ini diperbandingkan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://mesin-udayana.at.ua/image0022.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;...</description>
			<content:encoded>&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;ygrp-text&quot;&gt;
&lt;div&gt;
&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;font size=&quot;6&quot; color=&quot;red&quot; face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 24pt; color: red;&quot;&gt;Luar biasa!!!&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;4&quot; color=&quot;navy&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: navy; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br&gt;Pernahkan 
teman2 membayangkannya?&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://mesin-udayana.at.ua/image0011.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;4&quot; color=&quot;navy&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: navy; font-family: Arial;&quot;&gt;Pada 
waktu benda-benda angkasa ini diperbandingkan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://mesin-udayana.at.ua/image0022.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;4&quot; color=&quot;navy&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: navy; font-family: Arial;&quot;&gt;kita 
menjadi sadar betapa kecilnya bumi dan kita para penghuninya. .&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://mesin-udayana.at.ua/image0033.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;4&quot; color=&quot;navy&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: navy; font-family: Arial;&quot;&gt;Jagad 
raya yang sangat besar.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;2&quot; color=&quot;blue&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-size: 10pt; color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://mesin-udayana.at.ua/image0044.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; 
&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;4&quot; color=&quot;#400080&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: rgb(64, 0, 128); font-family: Arial;&quot;&gt;Dalam 
skala ini bumi kita tidak kelihatan lagi . .&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;https://mesin-udayana.at.ua/image0055.jpg&quot; align=&quot;&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;4&quot; color=&quot;#400080&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: rgb(64, 0, 128); font-family: Arial;&quot;&gt;Di 
sini matahari hanya sebesar debu!&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;4&quot; color=&quot;red&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br&gt;Antares 
adalah bintang ke 15 yang paling terang di angkasa.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;4&quot; color=&quot;#004080&quot; face=&quot;Verdana&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: rgb(0, 64, 128); font-family: Verdana;&quot;&gt; 
&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;4&quot; color=&quot;red&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red; font-family: Arial;&quot;&gt;Jaraknya 
lebih dari 1000 tahun cahaya dari bumi.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;4&quot; face=&quot;Verdana&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-size: 13.5pt; font-family: Verdana;&quot;&gt; 
&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;font size=&quot;3&quot; face=&quot;MS PGothic&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;4&quot; color=&quot;blue&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;Lalu 
. . . &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;4&quot; face=&quot;Verdana&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-size: 13.5pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;br&gt;Siapakah 
kita?&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;4&quot; face=&quot;Arial&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-size: 13.5pt; font-family: Arial;&quot;&gt; 
&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;4&quot; face=&quot;Verdana&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-size: 13.5pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;font face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; &lt;br&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;4&quot; face=&quot;Verdana&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-size: 13.5pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Masihkah kita 
bisa menepuk dada &amp;amp; berkata &lt;font color=&quot;#c20000&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(194, 0, 0);&quot;&gt;&quot;inilah aku!&quot;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;...??&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; 
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-16-26</link>
			<category>ARTIKEL PILIHAN</category>
			<dc:creator>nexter156</dc:creator>
			<guid>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-16-26</guid>
			<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 04:04:43 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>ISTERI RAJA</title>
			<description>&lt;font size=&quot;3&quot; face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color=&quot;#003366&quot;&gt;Dahulu kala... ada seorang 
raja yang mempunyai 4 isteri.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;br&gt;Raja ini sangat mencintai isteri 
keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya 
makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang 
isteri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dia juga sangat memuja isteri ketiganya dan selalu memamerkannya 
ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga. Itu karena dia takut suatu saat nanti, 
isteri ketiganya ini akan meninggalkannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sang raja juga menyayangi 
isteri keduanya. Karena isterinya yang satu ini merupakan tempat curahan 
hatinya, yang akan selalu ramah, peduli dan sabar terhadapnya. Pada saat sang 
raja menghadapi suatu masalah, dia akan mengungkapkan isi hatinya hanya pada 
isteri ke dua karena dia bisa membantunya melalui masa-masa sulit 
itu..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Isteri pertama raja adalah pasangan yang sangat setia dan telah 
memberikan kontribusi yang besar dal...</description>
			<content:encoded>&lt;font size=&quot;3&quot; face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color=&quot;#003366&quot;&gt;Dahulu kala... ada seorang 
raja yang mempunyai 4 isteri.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;br&gt;Raja ini sangat mencintai isteri 
keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya 
makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang 
isteri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dia juga sangat memuja isteri ketiganya dan selalu memamerkannya 
ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga. Itu karena dia takut suatu saat nanti, 
isteri ketiganya ini akan meninggalkannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sang raja juga menyayangi 
isteri keduanya. Karena isterinya yang satu ini merupakan tempat curahan 
hatinya, yang akan selalu ramah, peduli dan sabar terhadapnya. Pada saat sang 
raja menghadapi suatu masalah, dia akan mengungkapkan isi hatinya hanya pada 
isteri ke dua karena dia bisa membantunya melalui masa-masa sulit 
itu..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Isteri pertama raja adalah pasangan yang sangat setia dan telah 
memberikan kontribusi yang besar dalam pemeliharaan kekayaannya maupun untuk 
kerajaannya. Akan tetapi, si raja tidak peduli terhadap isteri pertamanya ini 
meskipun sang isteri begitu mencintainya, tetap saja sulit bagi sang raja untuk 
memperhatikan isterinya itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hingga suatu hari, sang raja jatuh sakit dan 
dia sadar bahwa kematiannya sudah dekat..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sambil merenungi kehidupannya 
yang sangat mewah itu, sang raja lalu berpikir, &quot;Saat ini aku memiliki 4 isteri 
disampingku, tapi ketika aku pergi, mungkin aku akan sendiri&quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lalu, 
bertanyalah ia pada isteri keempatnya, &quot;Sampai saat ini, aku paling mencintaimu, 
aku sudah menghadiahkanmu pakaian-pakaian yang paling indah dan memberi 
perhatian yang sangat besar hanya untukmu. Sekarang aku sekarat, apakah kau akan 
mengikuti dan tetap menemaniku?&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Tidak akan!&quot; balas si isteri keempat 
itu, ia pun pergi tanpa mengatakan apapun lagi..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jawaban isterinya itu 
bagaikan pisau yang begitu tepat menusuk jantungnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Raja yang sedih itu 
kemudian berkata pada isteri ketiganya, &quot;Aku sangat memujamu dengan seluruh 
jiwaku. Sekarang aku sekarat, apakah kau tetap mengikuti dan selalu 
bersamaku?&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Tidak!&quot; sahut sang isteri. &quot;Hidup ini begitu indah! Saat kau 
meninggal, akupun akan menikah kembali!&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perasaan sang rajapun hampa dan 
membeku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Beberapa saat kemudian, sang raja bertanya pada isteri keduanya, 
&quot; Selama ini, bila aku membutuhkanmu, kau selalu ada untukku. Jika nanti aku 
meninggal, apakah kau akan mengikuti dan terus disampingku?&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Maafkan 
aku, untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaaanmu!&quot; jawab isteri 
keduanya. &quot;Yang bisa aku lakukan, hanyalah ikut menemanimu menuju 
pemakamanmu..&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lagi-lagi, jawaban si isteri bagaikan petir yang menyambar 
dan menghancurkan hatinya..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tiba-tiba, sebuah suara berkata:&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Aku 
akan bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi.&quot; Sang raja menolehkan 
kepalanya mencari-cari siapa yang berbicara dan terlihatlah olehnya isteri 
pertamanya. Dia kelihatan begitu kurus, seperti menderita kekurangan 
gizi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan penyesalan yang sangat mendalam kesedihan yang amat sangat, 
sang raja berkata sendu, &quot;Seharusnya aku lebih memperhatikanmu saat aku masih 
punya banyak kesempatan!&quot;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam realitanya, sesungguhnya kita semua 
mempunyai &apos;4 isteri&apos; dalam hidup kita.....&lt;br&gt;&lt;br&gt;&apos;Isteri keempat&apos; kita adalah 
tubuh kita. Tidak peduli berapa banyak waktu dan usaha yang kita habiskan untuk 
membuatnya terlihat bagus, tetap saja dia akan meninggalkan kita saat kita 
meninggal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kemudian &apos;Isteri ketiga&apos; kita adalah ambisi, kedudukan dan 
kekayaan kita.&lt;br&gt;Saat kita meninggal, semua itu pasti akan jatuh ke tangan 
orang lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sedangkan &apos;isteri kedua&apos; kita adalah keluarga dan teman-teman 
kita. Tak peduli berapa lama waktu yang sudah dihabiskan bersama kita, tetap 
saja mereka hanya bisa menemani dan mengiringi kita hingga ke 
pemakaman.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dan akhirnya &apos;isteri pertama&apos; kita adalah jiwa, roh, iman 
kita, yang sering terabaikan karena sibuk memburu kekayaan, kekuasaan, dan 
kepuasan nafsu. Padahal, jiwa, roh, atau iman inilah yang akan mengikuti kita 
kemanapun kita pergi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jadi perhatikan, tanamkan dan simpan baik-baik 
dalam hatimu sekarang!&lt;br&gt;Hanya inilah hal terbaik yang bisa kau tunjukkan pada 
dunia..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Let it Shine! &lt;br&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;</content:encoded>
			<link>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-16-25</link>
			<category>ARTIKEL PILIHAN</category>
			<dc:creator>nexter156</dc:creator>
			<guid>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-16-25</guid>
			<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 03:59:50 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>PERPINDAHAN PANAS</title>
			<description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;img src=&quot;file:///C:/DOCUME%7E1/MERTAK%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;file:///C:/DOCUME%7E1/MERTAK%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;font size=&quot;3&quot; face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;Perpindahan ka1or dari suatu zat ke zat lain seringkali terjadi dalam industri proses. Pada&lt;br&gt;kebanyakan pengerjaan, diperlukan pemasukan atau pengeluaran kalor, untuk mencapai dan&lt;br&gt;mempertahankan keadaan yang dibutuhkan sewaktu proses berlangsung. Kondisi pertama yaitu&lt;br&gt;mencapai keadaan yang dibutuhkan untuk pengerjaan, terjadi umpamanya bila pengerjaan harus&lt;br&gt;berlangsung pada suhu tertentu dan suhu ini harus dicapai dengan ja1an pemasukan atau&lt;br&gt;pengeluaran ka1or. Kondisi kedua yaitu mempertahankan keadaan yang dibutuhkan untuk&lt;br&gt;operasi proses, terdapat pada pengerjaan eksoterm dan endoterm. Disamping perubahan secara&lt;br&gt;kimia, keadaan ini dapat juga merupakan pengerjaan secara a1ami. Dengan demikian. pada&lt;br&gt;pengembunan dan penghabluran (...</description>
			<content:encoded>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;img src=&quot;file:///C:/DOCUME%7E1/MERTAK%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;file:///C:/DOCUME%7E1/MERTAK%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg&quot; alt=&quot;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;font size=&quot;3&quot; face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;Perpindahan ka1or dari suatu zat ke zat lain seringkali terjadi dalam industri proses. Pada&lt;br&gt;kebanyakan pengerjaan, diperlukan pemasukan atau pengeluaran kalor, untuk mencapai dan&lt;br&gt;mempertahankan keadaan yang dibutuhkan sewaktu proses berlangsung. Kondisi pertama yaitu&lt;br&gt;mencapai keadaan yang dibutuhkan untuk pengerjaan, terjadi umpamanya bila pengerjaan harus&lt;br&gt;berlangsung pada suhu tertentu dan suhu ini harus dicapai dengan ja1an pemasukan atau&lt;br&gt;pengeluaran ka1or. Kondisi kedua yaitu mempertahankan keadaan yang dibutuhkan untuk&lt;br&gt;operasi proses, terdapat pada pengerjaan eksoterm dan endoterm. Disamping perubahan secara&lt;br&gt;kimia, keadaan ini dapat juga merupakan pengerjaan secara a1ami. Dengan demikian. pada&lt;br&gt;pengembunan dan penghabluran (krista1isasi) ka1or harus dikeluarkan. Pada penguapan dan pada&lt;br&gt;umumnya juga pada pelarutan, ka1or harus dimasukkan. Ada1ah hukum a1am bahwa ka1or itu&lt;br&gt;suatu bentuk energi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sama seperti bentuk lain dari energi, jumlah kalor juga dinyatakan da1am suatu gaya kali suatu&lt;br&gt;jarak yaitu Newton ka1i meter atau Nm. 1 Nm dinamakan 1 Joule. Untuk memberikan sedikit&lt;br&gt;gambaran mengenai besarnya energi 1 Joule tersebut, bisa diperhatikan dari ha1 berikut: Untuk&lt;br&gt;penguapan 1 kg air, diperlukan cukup banyak energi yaitu perubahan zat cair ke dalam uap ini&lt;br&gt;kira-kira membutuhkan energi 2.225.000 Joule = 2,25 MJ. Pada pembakaran 1 kg minyak akan&lt;br&gt;terbebas kira-kira 45 MJ.&lt;br&gt;Ka1or mengalir dengan sendirinya dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah. Akan tetapi, gaya&lt;br&gt;dorong untuk a1iran ini ada1ah perbedaan suhu. Bila sesuatu benda ingin dipanaskan, maka harus&lt;br&gt;dimi1iki sesuatu benda lain yang lebih panas, demikian pula ha1nya jika ingin mendinginkan&lt;br&gt;sesuatu, diperlukan benda lain yang lebih dingin.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mudah-mudahan membantu...&lt;br&gt;Untuk lebih lengkap bisa donlod disini : &lt;a title=&quot;e-course.usu.ac.id&quot; href=&quot;http://e-course.usu.ac.id/content/teknik0/perpindahan/textbook.pdf&quot;&gt;http://e-course.usu.ac.id/content/teknik0/perpindahan/textbook.pdf&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;</content:encoded>
			<link>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-13-24</link>
			<category>JURNAL</category>
			<dc:creator>nexter156</dc:creator>
			<guid>https://mesin-udayana.at.ua/news/2009-03-13-24</guid>
			<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 02:44:51 GMT</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>